NAMA : M. ILHAM HAMZAH
NPM : 17-630-068
UJI ANOVA
ANOVA
adalah singkatan dari Analysis of Variance. Metoda ini digunakanuntuk menguji
terhadap rata-rata populasi yg mengalami "perlakuan" yg berbeda-beda.
Asumsi untuk uji Anova adalah :
- Populasi semuanya normal
- Standard deviasi populasi
normal
- Populasi independen
Penjabaran Dalam One-Way Anova
Dalam
ANOVA kita ingin tahu nilai varians karena treatment (variabel independen)
cukup besar dibandingkan dg varians kerena fluktuasi internal (error). Oleh
sebab itu rumus F menjadi :
Jika
level treatment lebih dari 2, maka melakukan POST-HOC analysis dengan melakukan
multiple Means Comparison.
Multiple Means Comparison
- Metode Tuckey (Tuckey Test)
- Metode Boneferoni
- Metode Student (t-test)
- dan lain-lain
Uji
anova dapat digunakan untuk menguji adanya perbedaan antara beberapa sampel
juga dapat digunakan juga untuk menguji adanya pengaruh atas suatu perlakuan
terhadap subyek penelitian. Cara pengujian dapat dilakukan dengan menghitung
secara manual atau bantuan program sps, spss, dan minitab.
Sebelumnya
telah diposting sebuah artikel tentang uji t yang digunakan untuk membandingkan
dua buah mean. Dalam beberapa kasus, peneliti dituntut untuk membandingkan
populasi lebih dari 2 mean. Disisi lain, sangat tidak dianjurkan menggunakan
uji t (untuk uji beda lebih dari dua mean). Alasannya selain tidak efektif
akibat melakukan pengujian berulang ulang kali, juga karena dapat menyebabkan
meningkatnya peluang kesalahan.
Untuk
mengatasi masalah tersebut, uji ANOVA (Analisis of Variance) atau
sering juga diistilahkan sebagai uji sidik ragam, dikembangkan oleh Ronald
Fisher. Prinsip pengujiannya adalah menganalisis variabilitas atau keragaman
data menjadi dua sumber variasi, yaitu variasi dalam kelompok (within)
dan variasi antar kelompok (between). Bila variasi within dan between sama
maka rata-rata yang dihasilkan tidak ada perbedaan, sebaliknya bila hasil
perbandingan kedua varian tersebut menghasilkan nilai lebih dari 1, maka
rata-rata yang dibandingkan menunjukkan adanya perbedaan.
Beberapa asumsi dasar yang mesti dipenuhi pada uji ANOVA adalah:
(a)
Data sampel yang digunakan berdistribusi normal atau dianggap normal,
(b)
Populasi tersebut memiliki varian yang homogen,
(c)
Sampel tidak berhubungan satu dengan lain (independen), sehingga uji ANOVA
tidak bisa digunakan untuk sampel berpasangan (paired).
Terdapat beberapa jenis ANOVA, yaitu: ANOVA satu jalur (one way
ANOVA) dan ANOVA dua jalur (two way ANOVA). One way ANOVA digunakan
untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata k sampel, bila pada setiap sampel
hanya terdiri atas satu kategori. Sedang two way ANOVAdigunakan
untuk menguji hipotesis komparatif rata-rata k sampel bila peneliti melakukan
kategorisasi terhadap sampel.
Unuk lebih jelasnya, peharikan contoh berikut. Misalkan peneliti
ingin membandingkan produktivitas tanaman padi pada Varietas A, B, C dan D,
maka dapat digunakan ANOVA satu jalur. Sedang bila sampel tersebut
dikelompokkan lagi berdasarkan tingkat kesuburan tanahnya, maka digunakan ANOVA
dua jalur (two way ANOVA).
Fokus
pembahasan kali ini adalah tentang uji ANOVA satu jalur (one way ANOVA),
sedang untuk two way ANOVA, INSYAALLAH akan dibahas pada artikel berikutnya.
ANOVA
satu jalur(One Way Anova) menggunakan prinsip perhitungan yang sangat
sederhana, dalam analis ini, variance total hanya dibagi atas: Variance antar
perlakuan (between), dan variasi dalam perlakuan (within)/variance
error.
Berikut
adalah langkah-langkah dalam perhitungan ANOVA satu jalur:
(a)
Tentukan k atau banyaknya perlakuan,
(b)
Tentukan n atau banyaknya sampel,
(c) Hitung jumlah kuadrat total
dengan rumus:

(d) Hitung jumlah kuadrat
perlakuan dengan rumus:

(e)
Cari harga F-Hitung dengan menggunakan rumus yang tertera pada tabel berikut,
(f)
Cari harga F tabel dengan mempertimbangkan (1) tingkat signifikansi (α), (2) df
antar perlakuan, dan (3) df dalam perlakuan,
(g)
Bandingkan harga F Hitung dengan F tabel,
1.
Bila F Hitung < F tabel,
maka Ho diterima, yang berarti rata-rata kedua perlakuan tidak berbeda secara
signifikan,
2.
Bila F Hitung > F tabel,
maka Ho ditolak dan H1 diterima, yang berarti rata-rata kedua perlakuan berbeda
secara signifikan.
Untuk
lebih jelasnya, lihat contoh kasus berikut:
Seorang
peneliti ingin membandingkan, penggunaan Varietas A, B, C dan D terhadap
produktivitas tanaman padi. Maka peneliti tersebut melakukan percobaan dengan
desain Rancangan Acak Lengkap (Completely Randomized Design). Tampilan
denah dan hasil dapat dilihat seperti berikut:
Untuk
mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara perlakuan, maka
dilakukan uji ANOVA satu jalur dengan menggunakan perhitungan yang
langkah-langkahnya telah mudahditerangkan sebelumnya.
Pengerjaan
perhitungan tersebut dapat lebih mudah diselesaikan dengan menggunakan aplikasi
program Microsoft Excel. Untuk mengetahui langkah-langkahnya silahkan tonton
video berikut, anda juga dapat mendownload file latihan yang digunakan sebagai
sampel dalam video tutorial tersebut, melalui link yang disediakan dibawah:
Hasil
perhitungan menggunakan program Microsoft Excel dapat dilihat pada tabel
berikut:
Karena
nilai F Hitung (7,25) lebih besar dari nilai F tabel (2,85), maka Ho ditolak,
sehingga konsekuensinya adalah hipotesis alternatif atau H1 diterima. Maka
dapat disimpulkan bahwa perbedaan varietas memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap produktivitas tanaman.
Terakhir,
yang perlu diperhatikan adalah: uji ANOVA hanya memberikan indikasi tentang ada
tidaknya beda antar rata-rata populasi. sehingga bila uji dinyatakan berbeda
secara signifikan, berarti secara keseluruhan, ada perbedaan. Akan tetapi,
belum tentu mengindikasikan adanya perbedaan antara Varietas A dan B, atau A
dan C, dan sebagainya.
Sehingga
bila ingin mengetahui ada tidaknya perbedaan antara tiap individu populasi,
maka mesti dilakukan uji lanjut berupa: LSD atau sering diistilahkan dengan
BNT, Uji Tukey HSD atau sering diistilahkan dengan BNJ, Uji Duncan, Uji Dunnet,
dsb.